• 0341-564556, 581037

  • sma@dempoku.com

st-albertus site
VIVA
VIVA
st-albertus site

Lingkungan Sekolah

  1. JAWA TIMUR
    • Letak Geografis dan Statistik
    • Terletak pada 110°54BT sampai 115°57BT, 5°371LS sampai 8°48LS. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa, Sebelah timur berbatasan dengan Laut Bali dan Selat Bali,  sebelah barat berbatasan dengan propinsi Jawa Tengah dan sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia .
      Berdasarkan karakteristik fisik secara umum, Jawa Timur terbagi atas 4 (empat) karakteristik wilayah, yaitu:

        • Wilayah I mencakup dataran tinggi bagian tengah merupakan wilayah subur dan berkembang
        • Wilayah II mencakup dataran rendah bagian utara merupakan wilayah dengan kesuburan sedang dan tingkat perkembangan sedang.
        • Wilayah III mencakup wilayah Pegunungan kapur Selatan merupakan wilayah tandus , tidak subur dan belum begitu berkembang
        • Wilayah IV merupakan wilayah kepulauan, masih merupakan wilayah yang kemudahan hubungannya kurang dan belum berkembang.
      1. Luas Wilayah Daerah Tingkat I Jawa Timur adalah 157.922 Km2 yang terdiri atas:

        • Luas Daerah: 47.042,17 Km2 terdiri dari :
          • Persawahan : 12.483,66 Km2
          • Pertanian Tanah Kering : 11.619,32 Km2
          • Kebun Campur : 613,36 Km2
          • Perkebunan : 1.518,39 Km2
          • Hutan : 12.251,24 Km2
          • Padang Rumput/Tanah kosong : 236,82 Km2
          • Rawa/Danau/Waduk : 88,75 Km2
          • Tambak/Kolam : 705,82 Km2
          • Tanah Tandus/Rusak/Alang-alang : 1.323,53 Km2
          • Lain-lain : 798,14 Km2
        • Luas Lautan : 110.000,00 Km2
        • Jumlah Pulau dan Pulau kecil : 74 Pulau
  2. KOTA MALANG

 

 

      • Sekilas Sejarah Pemerintahan

        • Malang merupakan sebuah Kerajaan yang berpusat di wilayah Dinoyo, dengan rajanya Gajayana.
        • Tahun 1767 Kompeni memasuki Kota.
        • Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas.
        • Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen.
        • Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
        • 1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja.
        • 8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang.
        • 21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia.
        • 22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda.
        • 2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
        • 1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.
      • Gelar yang disandang Kota Malang
        • Paris of Java

          Karena kondisi alamnya yang indah, iklimnya yang sejuk, dan kotanya yang bersih bagaikan kotanya Jawa Timur.

        • Kota Pesiar

          Kondisi alam yang elok menawan, bersih, sejuk, tenang, dan fasilitas wisata yang memadai merupakan ciri-ciri sebuah kota tempat berlibur.

        • Kota Peristirahatan

          Suasana kota yang damai sangat sesuai untuk beristirahat, terutama bagi orang dari luar kota Malang, baik sebagai turis maupun dalam rangka mengunjungi keluarga/famili.

        • Kota Pendidikan

          Situasi kota yang tenang, penduduk yang ramah, harga makanan yang relatif murah dan fasilitas pendidikan yang memadai sangat cocok untuk belajar/menempuh pendidikan.

        • Kota Militer

          Terpilih sebagai kota kesatrian. Di Kota Malang didirikan tempat pelatihan militer, asrama, da mess perwira disekitar lapangan Rampal dan pada jaman Jepang dibangun lapangan terbang Sundeng.

        • Kota Sejarah

          Sebagai kota yang menyimpan misteri tumbuhnya embrio kerajaan-kerajaan besar seperti Singosari, Kediri, Majapahit dan Mataram. Di Kota Malang juga terukir awal kemerdekaan Republik bahkan Kota Malang tercatat masuk nominasi akan dijadikan Ibukota Negara Republik Indonesia.

        • Kota Bunga

          Cita-cita yang merebak dihati setiap warga kota senantiasa menyemarakkan sudut kota dan tiap jengkal tanah warga dengan warna warni bunga.

      • Penduduk dan Sosiologi
        • Jumlah

          Kota Malang memiliki luas 110.06 Km². Kota dengan jumlah penduduk sampai tahun 2006sebesar 807.136 jiwa yang terdiri dari 402.818 jiwa penduduklaki-laki, dan penduduk perempuan sebesar 404.318 jiwa. Kepadatan penduduk kurang lebih 7334 jiwa per kilometer persegi. Tersebar di 5 Kecamatan (Klojen = 103.928 jiwa, Blimbing = 166.239 jiwa, Kedungkandang = 177.530 jiwa, Sukun = 169.017 jiwa, dan Lowokwaru = 190.422 jiwa). Terdiri dari 57 Desa/Kelurahan, 509 unit RW dan 3783 unit RT.

        • Komposisi

          Etnik Masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA). Komposisi penduduk asli berasal dari berbagai etnik (terutama suku Jawa, Madura, sebagian kecil keturunan Arab dan Cina).

        • Agama

          Masyarakat Malang sebagian besar adalah pemeluk Islam kemudian Kristen, Katolik, dan sebagian kecil Hindu dan Budha. Umat beragama di Kota Malang terkenal rukun dan saling bekerja sama dalam memajukan Kotanya. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak jaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja (Alun2, Kayutangan, dan Ijen) serta Klenteng di Kota Lama. Malang juga menjadi pusat pendidikan keagamaan dengan banyaknya Pesantren dan Seminari Alkitab yang sudah terkenal di seluruh Nusantara.

        • Seni dan Budaya

          Kekayaan etnik dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisonal yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Tari Topeng, namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan gaya kesenian Jawa Tengahan (Solo, Yogya), Jawa Timur-Selatan (Ponorogo, Tulungagung, Blitar) dan gaya kesenian Blambangan (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi). Untuk mengetahui lebih jauh tentang daerah2 lain disekitar Kota Malang silahkan kunjungi : Daerah Sekitar Kota Malang.

        • Bahasa

          Bahasa Jawa dialek Jawa Timuran dan bahasa Madura adalah bahasa sehari-hari masyarakat Malang. Dikalangan generasi muda berlaku dialek khas Malang yang disebut 'boso walikan' yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, contohnya : seperti Malang menjadi Ngalam. Gaya bahasa di Malang terkenal kaku tanpa unggah-ungguh sebagaimana bahasa Jawa kasar umumnya. Hal menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi .

        • Pendatang

          Kebanyakan pendatang adalah pedagang, pekerja dan pelajar/mahasiswa yang tidak menetap dan dalam kurun waktu tertentu kembali ke daerah asalnya. Sebagian besar berasal dari wilayah disekitar Kota Malang untuk golongan pedagang dan pekerja. Sedang untuk golongan pelajar / mahasiswa banyak yang berasal dari luar daerah (terutama wilayah Indonesia Timur) seperti Bali, Nusa Tenggara, Timor Timur, Irian Jaya, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan.

Bagikan :