• 0341-564556, 581037

  • sma@dempoku.com

Aku Indonesia di SMA Katolik St. Albertus.

Aku Indonesia di SMA Katolik St. Albertus.

Meriah sekali perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan Indonesia sekaligus HUT Ke-81 SMA Katolik St. Albertus. Berbagai kegiatan seni, olah raga, keterampilan dan lain-lain mewarnai perayaan yang berlangsung sejak Selasa, 1 Agustus 2017 hingga Kamis,  17 Agustus 2017.
SMA Katolik St. Albertus Malang juga dengan jitu melahirkan tajuk acara: Aku Indonesia, Barisan Pemuda yang Peduli, Aktif dan Produktif. Tema tersebut sangat membakar semangat siswa-siswi  SMA Katolik St. Albertus Malang dalam menunjukkan talentanya.
Rangkaian acara HUT Kemerdekaan dan HUT sekolah dimulai dari pemotongan kue (1/8) sekaligus berbarengan dengan dimulainya berbagai lomba yang diikuti oleh civitas akademika sekolah tersebut. Namun, bertepatan dengan hari kemerdekaan (17/8), puncak rangkaian acara itu digelar.
Tak ketinggalan, jenis lombanya pun sangat menjujung tinggi nasionalisme. Sebut saja lomba mural dengan tema Indonesia, menyanyikan lagu nasional dan daerah, mading budaya literasi, tarik tambang, fotografi, dengan tema Indonesia, dan fashion dengan baju dari bahan bekas yang didaur ulang.
“Semua agenda HUT kemerdekaan dan sekolah memang bertujuan semakin merekatkan kebersamaan antar-civitas akademika. Juga untuk memperkuat jiwa Indonesia kami,” Tandas Pembina OSIS SMA Katolik St. Albertus Malang,  Nur Christian.
Ketua pelaksana HUT SMA Katolik St. Albertus Malang itu menambahkan, tidak lupa seluruh civitas akademika menggelar doa bersama atau mereka menyebutnya Pesta Pelindung Sekolah, yaitu mengadakan perayaan ekaristi atau misa oleh seluruh civitas akademika di aula SMA Katolik St. Albertus  Malang.
Puncaknya, pada hari kamis 17Agustus 2017 digelar pesta rakyat dan malam genitu. Pesta rakyat diawali dengan upacara bendera, kenduri sebagai ungkapan rasa syukur, serta malam harinya ada gelaran pertunjukan bakat minat dan seni dari guru maupun siswa bertajuk malam genitu.
Christian menambahkan, saat kenduri atau makan bersama, siswa diberi penjelasan berbagai filosofi didalamnya. Misalnya, filosofi kenduri sebagai symbol gotong royong. “Kami tidak hanya mengajak siswa unuk makan, tapi juga menyisipkan edukasi agar siswa memahami keragaman budaya di Indonesia ini,” ujar dia.
Radar Malang edisi Kamis, 17Agustus 2017 
 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru
File Download
Polling
Apakah informasi di website kami sudah lengkap..?

Legkap
Cukup Lengkap
Kurang Lengkap