• 0341-564556, 581037

  • sma@dempoku.com

DI KOTA Di BELI, DI DESA Di CARI

DI KOTA Di BELI, DI DESA Di CARI

ARIEL MARCELINO,XIA5/06

Senang sekali bisa mengikuti live in di Desa Sitiarjo, khususnya di Dusun Rowo Trate. Apalagi, saya dan teman-teman yang bertempat tinggal live in di Rowo Trate digiring Rowo Trate menggunakan truk besar. Serasa seperti raja dan ratu yang mengelilingi kota. Jarak yang bisa dikatakan cukup jauh dari Balai Desa Sitiarjo membuat kami lebih bersenang-senang di atas truk. Meskipun agak sempit dan ricuh, aku tetap menikmatinya. Sesampainya di Rowo Trate, kami berkmupul di lapangan untuk mendengarkan pembagian tempat tinggal kami selama 4 hari 3 malam di Rowo Trate. Satu persatu teman-temanku meninggalkan lapangan dan tersisa aku dan beberapa temanku yang tidak mendapatkan tempat tinggal. Akhirnya, setelah kurang lebih 1 jam, kami mendapatkan tempat tinggal kami masing-masing. Saya dibawa ke tempat tinggal saya dan ternyata ditempatkan bersama 2 orang teman saya, yaitu Gracius dan Jose.

 Senang sekali, saya disambut hangat oleh Ibu Angkat saya yang cantik dan baik hati, Ibu Wiwit tercinta. Ibu Wiwit mempersilakan saya untuk masuk dan menyiapkan segelas teh hangat untuk saya. Setelah itu, Ibu Wiwit pun mempersilakan saya untuk masuk ke kamar saya. Saya pun masuk ke kamar saya, lalu mengganti pakaian dan langsung bercengkrama dengan Ibu Wiwit dan teman-teman serumah di ruang tamu. 

Saat itu, Bapak Sugyanto masih bekerja mencari rumput. Ibu Wiwit pun meninggalkan kami untuk memasak. Setelah Ibu Wiwit selesai memasak, kami dipersilakan untuk makan bersama. Saat melihat makanan Ibu Wiwit, saya kaget karena makanannya sangat banyak. Saya langsung bertanya kepada Ibu Wiwit, “Bu, ini kok makananya banyak sekali”. Lalu, kata Ibu Wiwit kepada saya, “Enggak kok Nak, makanannya gak banyak. Ini memang porsi untuk kalian”. Ini memang porsi yang sangatlah banyak. Lalu saya bertanya kepada Ibu Wiwit “Bu, kalo beras dan makanan lain biasanya beli di mana?”. Lalu, Ibu Wiwit menjawab, “Ini enggak beli nak, biasanya di kota beli ya? Di sini kita langsung ambil dari alam”. Kata-kata tersebut mengusik hati saya. Di kota, kita harus membeli apa yang sudah disediakan alam. Namun, di desa kita bisa langsung mengambil apa yang alam berikan kepada kita tanpa harus membayarnya. Tuhan sudah memberikan segalanya bagi kita, dan tergantung apakah kita bisa memanfaatkan segala berkat yang sudah Tuhan berikan bagi kita dengan maksimal. VIVA DEMPO!!!

 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!