• 0341-564556, 581037

  • sma@dempoku.com

st-albertus site
VIVA
VIVA
st-albertus site

Inovasi Pembelajaran Bahasa Melalui Bedah Buku

Inovasi Pembelajaran Bahasa Melalui Bedah Buku

Sastra merupakan bagian dari pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Hal tersebut karena sastra dianggap efektif sebagai sarana penanaman nilai estetik sekaligus pembelajaran berbahasa. Belajar sastra seperti halnya puisi, pantun, dan cerita pendek sejatinya sudah diajarkan sejak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menegah Atas (SMA). Namun, pembelajaran sastra yang diajarkan dalam kelas itu terkesan masih sangat formalistik. Nilai-nilai estetika yang dicapai hanya berhenti pada tataran aspek kebahasaan saja, padahal estetika tidak sesederhana itu. Tidak jarang siswa yang kesulitan menangkap makna estetika dalam sastra. Pengalaman estetis yang diperoleh masih teramat dangkal sehingga siswa masih mengaggap sastra merupakan salah satu materi sulit dalam pembelajaran bahasa.

Melihat paparan fenomena tersebut, sudah saatnya bagi para pengajar sastra untuk mulai menatap estetika sastra. Alangkah baiknya apabila siswa mulai diperkenalkan dengan karya sastra yang ada di sekitar mereka. Pada dasarnya, karya-karya sastra harus memuat  nilai estetic of opotition yaitu mengangkat nilai-nilai manusia yang posisinya terpinggirkan. Sastra dijadikan sebagai sarana pembelaan sekaligus merepresentasikan kaum terpinggirkan.

Melalui kemampuan merepresentasikan tersebut, siswa secara langsung belajar untuk berempati pada sesama dan menumbuhkan rasa peka sosial. Sebagai pendidik, alangkah baiknya apabila guru mampu memberikan contoh dalam menunjukkan estetika sastra melalui karya sastra. Siswa diharapkan mampu terinspirasi dalam bersastra apabila gurunya juga melakukan proses kreatif. Proses kreatif tersebut telah dilakukan dengan menerbitkan buku berjudul Aloer-Aloer Merah yang berisi sepuluh cerpen. Kesepuluh cerpen dalam buku itu memuat nilai-nilai estetika yang tergolong tinggi karena telah dimuat di media massa lokal maupun nasional dan telah memenangi sayembara kepenulisan baik tingkat lokal maupun nasional. Produk penulisan kreatif ini diperkenalkan pada siswa-siswi SMA Katolik St. Alberus Malang dalam kegiatan bedah buku (28/04/2017).

Keseriusan siswa serta antusiasme yang ditunjukkan pun sangat lar biasa. Sebanyak 180 siswa SMA Katolik St. Albertus Malang yang didominasi oleh kelas sepuluh dan sebelas hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan yang berlangsung di perpustakaan ini juga secara tidak langsung mengajak siswa untuk semakin dekat dengan perpustakaan. Bruder Antonius Sumardi, O. Carm, dalam sambutannya pun mengatakan bahwa siswa harus mampu memaknai segala sesuatu yang ditemuinya menjadi sebuah karya yang produktif. Buku Aloer Aloer Merah sendiri berangkat dari kegelisahan hati dan kegalauan penulisnya tentang segala pengalaman yang dialaminya. Hal-hal negatif tersebut tidak dituangkan dalam status di media sosial melainkan dituangkan dalam sebuah karya kumpulan cerpen yang dikirim ke media massa dan diikutkan kompetisi lokal-nasional. Siswa diharapkan mampu meniru atau membuat yang lebih bagus serta lebih inovatif mengingat siswa masih remaja dan memiliki hasrat emosi yang menggelora. Pengelolaan emosi dan hasrat serta ledakan-ledakan yang terjadi dalam jiwa siswa ke dalam sebuah karya melalui proses permenungan akan membuat siswa lebih produktif dan mampu berbicara banyak dalam kancah literasi nasional. (Ardi W.S/G.17)

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!