• 0341-564556, 581037

  • sma@dempoku.com

RETRET GURU KARYAWAN SMAK ST. ALBERTUS

RETRET GURU KARYAWAN SMAK ST. ALBERTUS

Rm. Abadi,O.Carm

Kegiatan retret guru dan karyawan SMAK St. Albertus rutin diadakan setiap dua tahun sekali diakhir tahun pelajaran. Tujuan diadakan retret ini adalah bersyukur kepada Tuhan atas perlindungan dan berkat yang telah dicurahkan selama tahun pelajaran yang telah berlalu. Selain itu guru dan karyawan diajak untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, untuk merefleksikan diri, dan untuk menimba kekuatan spiritual untuk perjalanan hidup selanjutnya.
Mengakhiri tahun ajaran 2016-2017, kegiatan retret dilaksanakan mulai tanggal 14-16 Juni 2017 di Rumah Retret Khalwat Bethlehem, Jedong. Pembimbing retretnya adalah Romo Ignatius Budiono, O. Carm, Provinsial Ordo Karmel Indonesia dengan tema “MENGOLAH RASA, MENDIDIK HATI”.
Romo Budi mengolah tema tersebut dalam 5 sesi, yaitu 1) Manusia adalah Hatinya, 2) Racun-racun bagi Hati, 3) Hati yang Damai dan Penuh Cinta, 4) Hati yang Murni, Hati yang Ikhlas, 5) Hati yang Merdeka dan Penuh Sukacita. Dengan pengetahuan yang luas dan ilmu yang mendalam serta selera humor yang cerdas, Romo Budi dapat menciptakan suasana retret yang kondusif untuk berproses. Hal ini membantu peserta retret masuk ke dalam permenungan yang mendalam akan cinta Tuhan. Peserta retret juga sangat terbantu untuk mengenal diri lebih baik dengan merefleksikan pengalaman yang telah terjadi selama ini.
Pendalaman tema retret “Mengolah Rasa, Mendidik Hati” dimulai dengan mengajak peserta retret untuk masuk ke dalam hati masing-masing, karena hati adalah kunci hidup manusia. Hati pada dasarnya adalah “sebuah rumah”. Rumah atau ruang manusia yang pertama dan utama dimana dia tinggal dan hidup. Hati adalah ruang dimana ia bertemu dengan Tuhan dan diajar oleh Tuhan. Bisa jadi hati penuh dengan segala macam hal yang bisa saja tidak penting bagi hidup. Maka manusia perlu menciptakan ruang dalam hati dan mengosongkan hati. “Hanya orang yang hening mengenal dan mendengarkan harmoni batin yang dikerjakan oleh Roh dalam jiwa”.
Namun sayang, seperti yang dikatakan Alex Zanotelli bahwa dunia sekarang semakin kehilangan kemampuan untuk hening. Hilangnya hening akan membawa masyarakat hidup dalam kebodohan, membawa orang dengan gampang masuk dalam kegiatan masa. Dimana hal ini ditandai dengan masuknya racun ke dalam hati manusia, seperti kebencian, kesombongan, kerakusan, iri hati, dan kebodohan. Semuanya membuat manusia menjadi serigala bagi yang lain. Maka dengan retret ini peserta diajak untuk mengolah rasa, mendidik hati untuk mampu melihat dan mengalami keindahan, melawan kekerasan dan kebencian.
Hal yang perlu diusahakan manusia adalah memiliki hati yang damai, hati yang penuh cinta, hati yang murni, hati yang ikhlas, hati yang merdeka dan penuh sukacita. Tidak mudah tentunya, tapi kita harus selalu mengusahakannya karena Tuhan tentu akan membantu, seperti kata nabi Yehezkiel “Kamu akan Kuberi hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu, dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (Yeh 36:26). Mari kita bersama-sama berproses menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dewasa, dan lebih bijaksana. Tuhan memberkati…

 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru
File Download
Polling
Apakah informasi di website kami sudah lengkap..?

Legkap
Cukup Lengkap
Kurang Lengkap