• 0341-564556, 581037

  • sma@dempoku.com

Seminar Nasional Pendidikan Kurikulum Nasional

Malang, 30 April 2016. Pendidikan bukan sesuatu yang instan. Kreativitas sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 yang berpihak kepada pengembangan murid akan merupakan proses pendidikan yang benar. Sekolah diberi kebebasan memodifikasi, tetapi jangan sampai kebablasan. SMAK Dempo sejak tahun 2013 memodifikasi kurikulum 2013 dengan Sistem Kredit Semester (SKS), moving class, pilihan seni budaya, dan pilihan prakarya/kewirausahaan”. Demikian penggalan kata sambutan dari Bruder Antonius Sumardi selaku Kepala SMA Katolik St. Albertus Dempo Malang saat membuka Seminar Nasional Pendidikan “Kurikulum Nasional Tahun 2016/2017 Pendidikan Dasar dan Menengah Bagi Pengembangan Kader Bangsa” pada hari Sabtu, 30 April 2016 di Aula SMAK St. Albertus Dempo Malang. Adapun seminar yang diadakan pada pukul 08.00 – 13.00 ini terselenggara berkat adanya kerjasama Ikesa (Ikatan Eks SMA Katolik St. Albertus) dengan sekolah serta dengan Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Siswa siswi SMAK Dempo Memainkan Alat Musik Gamelan Menyambut Para Tamu Seminar Nasional 

Tamu-tamu seminar undangan yang berjalan di taman tengah menuju aula disuguhi iringan musik gamelan yang dimainkan oleh peserta didik SMA Dempo Malang yang memilih seni musik karawitan di bawah asuhan Pak Daljadi sebagai guru Seni Budaya. Selanjutnya di ruangan aula yang cukup luas para tamu disambut dengan iringan musik angklung dan kulintang yang dimainkan oleh peserta didik yang memilih seni musik di bawah asuhan Pak Hardjo. Setelah para narasumber memasuki ruangan aula, peserta didik yang tergabung dalam Dempo Choir menyuguhkan 2 nyanyian “Anak Negeri” dan “Dang ding dang do”. Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Romo Nano dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Bertindak sebagai keynote speaker adalah Totok Suprayitno, Ph.D selaku Kepala Balitbang Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau menyampaikan pesan dan salam dari Bapak Anies Baswedan yang sedianya akan hadir namun terkendala kesibukan ujian nasional. Beliau berharap dengan adanya seminar ini akan muncul ide-ide penyempurnaan kurikulum 2013 revisi yang akan diberlakukan pada tahun 2016/2017 di 19% sekolah di Indonesia. Selama 3 tahun ini yang mengimplementasikan kurikulum 2013 baru 6% sekolah di Indonesia termasuk SMA Katolik St. Albertus Malang. Penerapan kurikulum 2013 yang sudah diperbaiki akan dilakukan secara bertahap. Diharapkan pada tahun pelajaran 2018/2019 seluruh sekolah di Indonesia sudah menerapkan kurikulum 2013.

Selanjutnya Dr. Ninik Kristiani selaku pengawas sekolah kota Malang dan tim kurikulum Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memaparkan bahwa proses pergantian kurikulum di Indonesia sejak tahun 1947 sampai 2016 adalah wajar. Telah terjadi 12 kali pergantian kurikulum sejak negara Indonesia merdeka sampai saat ini. Beliau juga memberi penguatan dan contoh pembelajaran “active learning”.

Acara selingan oleh alumni Dempo tahun 1970 Ian Antono, musisi dan gitaris handal God Bless yang berkolaborasi dengan siswa/i Dempo memukau para undangan. Tersaji secara apik lagu Balada Sejuta Wajah, Syair Kehidupan, Panggung Sandiwara, dan Rumah Kita.

Penampilan siswa siswi SMAK Dempo Berkolaborasi dengan Musisi Ian Antono

Selanjutnya acara seminar dibuat talk show dengan moderator Dra. Ignatia Maria Midawati, M.Pd selaku wakasek kurikulum SMA Dempo. Para narasumber yang diundang dalam seminar ini antara lain Doni Koesoema Albertus, STF, M.Ed praktisi dan pemerhati pendidikan, penulis buku serta pengembang pendidikan karakter. KH Abdul Muhaimin, pendiri dan pengasuh pondok pesantren Nurul Ummahat dari Kotagede, Yogyakarta, juga selaku koordinator FPUB (Forum  Persaudaraan Umat Beragama). Dr. Ninik Kristiani selaku tim Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga Hadiwiyono selaku wakil diknas Jawa Timur juga terlibat dalam acara talk show tersebut. Pembahasan gayeng tentang ujian nasional yang tidak lagi sebagai penentu kelulusan, sekolah dan guru diberi kewenangan untuk menentukan kualitas peserta didik, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang tinggi membuat para guru tidak jujur dalam memberikan penilaian. Doni Koesoema menyatakan sudah banyak perubahan positif yang sudah dilakukan oleh pemerintah namun masih belum terkoneksi dengan baik, contoh ujian nasional memang tidak lagi sebagai penentu kelulusan SMA namun masih digunakan sebagai syarat masuk perguruan tinggi negeri. Abdul Muhaimin menyatakan pendidikan paling fundamental adalah keluarga, beliau menyarankan nyecep ilmu dan bukan nguntal ilmu. Diskusi berlanjut kesimpulan bahwa apapun kurikulumnya, proses pembelajaran yang bagus sangat tergantung pada integritas seorang guru.

 

Selanjutnya moderator membuka kesempatan bagi para tamu undangan untuk mengajukan pertanyaan seputar materi yang telah dipaparkan.
Rangkaian seminar ditutup dengan pemberian kenang-kenangan oleh Kepala Sekolah Bruder Antonius Sumardi kepada keynote speaker dan para narasumber berupa vandel sekolah dan topeng Malang lalu foto bersama.

Selanjutnya para undangan seminar diberi kesempatan untuk ramah tamah di lapangan basket Dempo. Di sanapun para undangan seminar disuguhi alunan musik gamelan dan band yang dimainkan oleh para guru dan murid Dempo. Ada juga pameran untuk menampilkan hasil karya murid kelas X dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, salah satu mata pelajaran yang harus ada di kurikulum 2013. Sejak tahun pelajaran 2015/2016 murid-murid kelas X diberi pilihan belajar dalam divisi Merchandise, Resto, Food Production, Pertanian & Peternakan, Show & Multimedia.

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru
File Download
Polling
Apakah informasi di website kami sudah lengkap..?

Legkap
Cukup Lengkap
Kurang Lengkap