Membangun Persaudaraan Tanpa Henti

Penulis: Lydia Christi Nikodimus

Pada awal tahun 2025, tepatnya tanggal 8 Januari – 7 Februari 2025, siswa kelas X SMA Katolik St. Albertus Malang mengikuti kegiatan retret. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Retret Karmel Syanti Argo Nongkojajar Malang dengan tujuan untuk mendalami nilai-nilai persaudaraan dan pengembangan karakter yang sudah dipelajari sebelumnya dalam program Pendidikan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Kegiatan retret bertujuan untuk memberikan ruang bagi para siswa kelas X untuk lebih mendalami nilai-nilai yang terkandung dalam tema “Membangun Persaudaraan Tanpa Henti”, sekaligus menjadi sarana refleksi diri dan mempererat hubungan antar sesama. Sebagai bagian dari implementasi P5, retret ini mengajak para siswa untuk memahami pentingnya persaudaraan yang tidak hanya terbatas pada interaksi sehari-hari, tetapi juga sebagai nilai dasar dalam kehidupan bersama.
Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan para siswa pada konsep spiritualitas, yang tidak hanya berkaitan dengan kehidupan rohani, tetapi juga dengan karakter sosial yang saling mendukung dan menguatkan.
Retret ini dilaksanakan secara bertahap. Setiap kelas mendapatkan waktu tiga hari dua malam untuk mengikuti program retret. Total kelas X sebanyak 11 kelas yang berarti kegiatan ini berlangsung selama hampir sebulan penuh. Setiap kelas didampingi oleh wali kelas masing-masing untuk memastikan kelancaran dan kedalaman kegiatan selama retret. Lokasi retret di Rumah Retret Karmel Syanti Argo Nongkojajar Malang. Tempat yang ideal bagi pelaksanaan retret karena suasana yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Selain itu , tempat ini memberikan kenyamanan bagi para siswa untuk melakukan refleksi diri dan berbagi pengalaman dalam suasana yang damai.
Kegiatan retret ini di bawah naungan Tim Pastoral Care namun bekerja sama dengan Tim Institut Karmel Indonesia (IKI) Malang yang berpengalaman dalam memberikan panduan spiritualitas dan kegiatan refleksi. Para alumni SMA Katolik St. Albertus Malang juga turut terlibat.
Retret yang dilaksanakan memberikan manfaat yang sangat berharga bagi setiap siswa, di antaranya kegiatan refleksi diri dan kerja sama kelompok. Siswa dapat lebih memahami pentingnya sikap tolong-menolong, saling menghargai, dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih dekat satu sama lain, membangun hubungan yang lebih kuat, dan menciptakan ikatan persaudaraan yang akan bertahan lama, refleksi diri, serta pengembangan pribadi. Selain pengembangan karakter sosial, retret ini juga memperdalam kedekatan siswa dengan nilai-nilai spiritual yang menjadi dasar kehidupan mereka, menguatkan iman, dan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi tantangan hidup. Harapannya kegiatan retret kelas X dapat terus mengingatkan pentingnya membangun persaudaraan yang tulus dan abadi, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.


