Bertumbuh Bersama dalam Retret Rohani

Oleh: Jocelyn Kimberly Queen Sutanto

Selama tiga hari, kami meninggalkan rutinitas sehari-hari yang biasanya penuh dengan tugas, ulangan, dan keramaian. Kami melakukan kegiatan retret sebagai pembinaan dengan tujuan untuk membantu siswa-siswi mempererat persaudaraan antarteman sekaligus meningkatkan rasa kebersamaan. Retret ini menjadi momen untuk membangun relasi dan memperkuat ikatan persaudaraan. Retret ini dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai kegiatan yang berdinamika kelompok untuk semakin mempererat persaudaraan dan hubungan dalam kebersamaan. Dalam kegiatan ini, siswa-siswi diajak untuk memahami arti persaudaraan sebagai sikap saling menerima dan mendukung satu dengan yang lain tanpa membedakan latar belakang teman.
Hari Pertama: Kedatangan dan Pengenalan Retret
Kegiatan retret pada hari pertama diawali dengan kedatangan siswa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan proses penyambutan dan perkenalan kakak-kakak pembina retret. Pada sesi berikutnya, siswa-siswi dibagi ke dalam kelompok retret yang akan digunakan selama seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam retret. Menjelang akhir hari pertama, seluruh siswa diberi waktu untuk menata barang bawaan serta beristirahat. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama di mana setiap kelompok bergiliran melayani dan mencuci peralatan makan sebagai bentuk kerja sama, tanggung jawab, dan persaudaraan.
Hari Kedua: Membangun Persaudaraan Melalui Kebersamaan
Hari kedua menjadi inti dari seluruh kegiatan retret ini, diisi dengan berbagai kegiatan outbound dan permainan kelompok. Kegiatan outbound dilakukan secara berkelompok, di mana setiap kelompok berkompetisi melalui tiga pos permainan yang membutuhkan kerja sama, konsentrasi, kesabaran, komunikasi, serta ketelitian. Mulai dari pertanyaan kuis, menyelesaikan teka-teki yang sulit, hingga menyusun balok dengan strategi. Seluruh kegiatan ini melatih kekompakan dan kebersamaan antaranggota dalam kelompok. Sebagai puncak dari kegiatan outbound tersebut, seluruh siswa mengikuti permainan estafet air yang seru dan penuh semangat. Setelah itu, kegiatan bersih diri dan istirahat, lalu dilanjutkan dengan makan bersama. Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan berbagai aktivitas di aula bersama. Seluruh rangkaian kegiatan pada hari kedua kemudian ditutup dengan sesi refleksi untuk memaknai kegiatan dan permainan yang telah dilalui sepanjang hari.
Hari Ketiga: Refleksi Akhir dan Komitmen Persaudaraan
Hari ketiga diawali dengan kegiatan meditasi setelah bangun tidur untuk membantu merefleksikan seluruh pengalaman yang telah dilalui selama kegiatan retret. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan permainan ringan yang seru sekaligus untuk mempererat kebersamaan dan persaudaraan. Hal tersebut menjadi momen terakhir dalam retret untuk menikmati waktu bersama sebelum menjalankan sesi penutup dan mengakhiri retret. Setelah permainan berakhir, seluruh siswa mengikuti sesi berikutnya yaitu sesi komitmen kelas. Setiap anak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan perasaan serta usul untuk memperbaiki dan mempererat persaudaraan. Selanjutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan perayaan misa sebagai ungkapan syukur atas pengalaman dan kebersamaan yang dilalui selama retret.
Refleksi Akhir Retret
Bagi saya, retret ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena membantu membangun kebersamaan dan ikatan persaudaraan. Melalui berbagai kegiatan, permainan, serta refleksi bersama, siswa-siswi diajak untuk saling mengenal dan menghargai satu sama lain, serta memperkuat kekompakan. Pengalaman ini menumbuhkan harapan agar kegiatan retret dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya dengan konsep yang menarik serta refleksi yang lebih bermakna dalam membangun dan mempererat persaudaraan. Selain itu, retret ini mengingatkan seluruh siswa untuk saling peduli dan mendukung satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.


