Misa Intensi: Persiapan USP “Misa Terakhir sebelum Ujian Akhir”

Oleh : Gracia Levina Lindenson XII-B/10
Pada hari Kamis, 26 Februari 2025, SMA Katolik St. Albertus Malang memulai rangkaian kegiatan Rekoleksi Prapaskah dan Misa Intensi: Persiapan Ujian Satuan Pendidikan (USP) bagi peserta didik kelas XII. Ini merupakan kesempatan istimewa bagi siswa-siswi kelas XII. Kami dapat menarik napas sejenak dari hiruk-pikuk persiapan USP dan tryout sekaligus membuka kesempatan untuk meninjau kembali sejauh mana pertumbuhan relasi kami dengan rekan sejawat seperjuangan selama tiga tahun terakhir dan juga sejauh mana perkembangan diri kami sebagai manusia yang akan memasuki fase dewasa-muda.
Kegiatan diawali dengan Rekoleksi Pra-Paskah. Berbeda dari kegiatan rekoleksi sebelumnya, kali ini Dempoers kelas XII dibagi secara acak menjadi delapan kelompok dan ruangan yang berbeda. Para pembina rekoleksi memberikan materi tentang hidup saling menghargai dan menebarkan kasih bagi sesama dan juga memahami hubungan internal dengan diri sendiri untuk kami dalami.
Kemudian, dilanjutkan dengan perayaan Misa Intensi: Persiapan USP. Misa dipimpin oleh Rm. Fransiscus Pati Koten, O.Carm., dan petugas misa dari siswa-siswi kelas XII. Rm. Fransiscus Pati Koten, O.Carm. atau yang akrab disapa dengan Romo Ancis membagikan pengalaman pribadi beliau semasa sekolah lewat homili. Dikisahkan ketika Romo Ancis masih bersekolah, beliau pernah ditunjuk sebagai perwakilan sekolahnya untuk sebuah lomba, terlepas dari kurangnya pengalaman serta absennya tuntutan dari pihak sekolah untuk memenangkan lomba, beliau tetap semangat dan serius mempersiapkan yang terbaik. Ada beberapa momen yang mengundang gelak tawa dari para peserta misa yakni ketika Romo Ancis memperagakan ulang adegan ketika beliau diam-diam berdoa di kapel sekolahnya dulu “Tuhan Yesus tolong bantu saya biar menang, kalau gak juara 1, juara 2, atau 3 juga nggak papa” dan ketika beliau tak henti-hentinya mengucapkan “Yesus baik” setiap menjawab soal lomba yang sontak disambut oleh tawa peserta misa, hingga akhirnya beliau dapat meraih kemenangan dalam lomba itu.
Lewat misa ini kami diajak merefleksikan bahwa manusia harus melibatkan Allah dalam segala perkara, baik perkara kecil maupun perkara besar. Apa artinya hidup dan segala rencana yang telah dibuat bila Allah tak berkenan? Terutama dalam konteks ini, kami akan menghadapi ujian yang menentukan kelayakan kami untuk lulus dan merayakan kemenangan atas perjuangan menempuh ilmu selama tiga tahun di sekolah tercinta. Penting untuk diketahui bahwa ketika manusia melibatkan Tuhan dalam segala rencana, itu bukan hanya soal berdoa meminta hasil yang baik tetapi meminta campur tangan Tuhan agar diri ini dapat menerima apapun hasilnya dengan hati dan pikiran yang bersih dan juga agar apapun yang dikerjakan dapat menjadi berkat. Serta setiap rencana harus diiringi oleh usaha dan doa.
Misa Intensi: Persiapan USP ini bukan hanya sebuah rutinitas seremonial. Ini menjadi simbol sekaligus salah satu bentuk kepasrahan diri kepada Allah Bapa agar menuntun kami, Dempoers kelas XII yang akan menghadapi ujian akhir dan akan memasuki babak baru dalam kehidupan.


