Pembelajaran Mendalam berbasis Edutainment: Langkah Awal Menciptakan Suasana Menyenangkan di Kelas

Oleh: Tiara Advenia Utoyo
“Anak sekarang curhat dengan AI”. Fakta pahit tersebut menjadi konsep awal yang dibahas dalam seminar dalam rangka Hari Guru mengenai “Implementasi Deep Learning Berbasis Edutainment” oleh dua pembicara hebat yakni Dr. Ardi Wira Saputra, M.Pd. dan Dr. Agustinus Indradi, M. Pd. Melanjutkan fakta yang menjadi kalimat pemantik di atas dapat disimpulkan bahwa kedekatan peserta didik dengan teknologi sudah melampaui batas. Ibarat kata teknologi menjadi pelampiasan mereka sehingga membuat mereka manja dengan teknologi. Maka dari itu, Pak Ardi menegaskan tiga poin penting yang harus dipahami dalam pembelajaran mendalam yakni berkesadaran (sadar datang untuk belajar), bermakna (kontekstual dan bisa diterapkan), dan menggembirakan.
Kemudian, disampaikan pula tujuan dari pembelajaran mendalam yakni memuliakan peserta didik. Tentu saja yang dimaksud memuliakan di sini yakni memperhatikan empat olah yang dimiliki peserta didik antara lain olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Hal menarik yang didapat dari seminar ini bahwa ternyata peserta didik tidak membutuhkan kepastian apakah jawaban mereka benar atau salah. Peserta didik lebih membutuhkan interaksi dengan teman kelompok dan komunikasi bersama dengan pengajarnya. Jika hanya mengandalkan benar/salah, ChatGPT pun bisa mengatasinya. Yang membedakan adalah peran guru tidak hanya sebatas itu tetapi juga memanusiakan manusia dengan cara melakukan interaksi intens dengan peserta didik sehingga muncul chemistry lalu bisa bersinergi belajar bersama.
Kehadiran teknologi juga senantiasa diterima oleh pengajar dan memperkenalkannya pada peserta didik bukannya menjauhkan. Namun, tetap dengan ranah yang sesuai agar peserta didik tidak kebablasan.
Selanjutnya, sesi 2 dilanjutkan dengan topik Edutainment yang disampaikan oleh Pak Agus. Penyampaian materi sangat menyenangkan. Beliau sangat menguasai teknik panggung mulai pantun, ice breaking, sulap, intonasi bervariasi, dan analogi. Penguasaan keterampilan komedi itu memang ia miliki ditambah beliau pernah menjuarai kejuaraan Stand Up Comedy. Beliau juga menyampaikan istilah yang baru saya tahu yakni Era Kewari atau yang berarti zaman now. Hal ini beliau kaitkan dengan pernyataan berikut. “Jangan lagi menggunakan aturan lama untuk sesuatu yang baru. Ya, jelas salah!”
Setelah itu Pak Agus menampilkan logo Dinas Pendidikan yang bertuliskan Tut Wuri Handayani. Dalam diskusi singkat, beliau mengatakan “seharusnya, tulisan itu diubah menjadi Ing ngarsa sang tuladha yang berarti guru menjadi teladan.” Melalui pernyataannya, beliau menegaskan bahwa apa yang kita larang pada anak juga sepatutnya kita larang untuk diri sendiri agar bisa menjadi contoh. Sebagian guru tidak sepatutnya kita hanya mendorong dari belakang atau menyuruh tetapi memberikan contoh.
Dalam konsep Edutainment, banyak hal menarik yang memang ingin saya gali dalam pembelajaran yakni pembelajaran yang menyenangkan. Pak Agus menegaskan dalam pembelajaran terdapat beberapa rumus yang harus dipahami yakni materi (7%), vokal (38%), dan cara penyampaian (55%). Mengenai pemaparan tersebut saya semakin mengerti bahwa mau sebagus apapun materi yang kita pelajari jika cara penyampaiannya kurang menarik, tidak akan sampai pada anak. Lalu, beliau juga menyampaikan rumus LDR yakni (lihat, dengar, dan
rasa). Beliau juga berkata, “tiga menit awal menentukan proses pembelajaran akan berjalan seperti apa. Jika tiga menit awal menarik, maka peserta didik akan tertarik dengan pembelajaran kita.”
Namun, pembelajaran Edutainment ini sangat sulit dilakukan karena membutuhkan keterampilan khusus yang harus dilatih yakni memperkaya materi sedalam-dalamnya agar bisa mengemasnya dengan menarik, belajar teknik-teknik komedi, dan penguasaan panggung. Jika berhasil, maka sebagai pendidik mampu menciptakan pendidikan yang menyenangkan dan tidak jenuh.
Seminar diakhiri dengan foto bersama dengan bapak guru hebat dari banyak sekolah yang hadir. Lalu, menariknya, kami satu per satu diberi buku berjudul “Menghipnotis Siswa dengan Edutainment” karya Pak Agus Indradi. Semoga dengan adanya seminar mengenai pembelajaran mendalam dan Edutainment mampu meningkatkan minat belajar anak serta mewarnai dunia pendidikan agar lebih menyenangkan dan selalu dinanti-nantikan.
Previous


