Tiga Finalis OSN Disambut Hangat, Dempoers Diajak Berani Ikut Lomba

Senin, 21 September 2026, SMA Katolik St. Albertus Malang menggelar penyambutan bagi tiga Dempoers yang menjadi finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 di lapangan sekolah. Acara ini menjadi bentuk apresiasi sekolah atas perjuangan mereka di OSN yang berlangsung pada 14 hingga 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang.
Ketiga finalis tersebut adalah Jefferson Harrison Suryawan (XI-A.1/19) dan Matthew Rexcel Oeidianto (XII-A.6/27) dari cabang Matematika, serta Clement Wonokusuma (XII-A.6/08) dari cabang Biologi. Ketiganya meraih Honorable Mention.
Penyambutan dihadiri oleh Dempoers, Romo, Bruder, serta bapak/ibu guru dan karyawan. Acara dibuka dengan persembahan lagu dari Keiko dan Naura. Setelah itu, Br. Antonius Sumardi, O.Carm., selaku kepala sekolah menyampaikan sambutan.
Dalam sambutannya, Br. Mardi mengingatkan bahwa tantangan di luar sana semakin besar. “Dunia menuntut kita lebih. Kalau mau jadi pemenang, jangan biasa-biasa saja,” ujarnya. Beliau juga menantikan prestasi siswa kelas X dan XI di berbagai cabang lomba lain, tidak hanya OSN, tetapi juga NSDC, LDBI, FLS3N, dan masih banyak lagi.
Sekolah kemudian memberikan apresiasi kepada Jefferson, Clement, dan Matthew atas perjuangan mereka mewakili sekolah di tingkat nasional. Penghargaan diserahkan di hadapan seluruh peserta yang hadir di lapangan.
Acara ditutup dengan sambutan dari para finalis OSN. Mereka mengajak para Dempoers untuk selalu bersemangat, terus belajar, dan tidak takut gagal maupun memulai. Menurut mereka, setiap orang punya keunggulan yang bisa dikembangkan dan keunggulan itu tidak harus di bidang Matematika atau Biologi. Para finalis juga memohon maaf karnena tidak memenuhi ekspektasi sekolah dan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan fasilitas yang diberikan, serta berharap tahun depan hadir penerus-penerus yang baru.
Honorable mention yang diraih Jefferson, Clement, dan Matthew menandai keberhasilan mereka mewakili SMA Katolik St. Albertus Malang di panggung nasional. Bagi para Dempoers, ketiganya menunjukkan bahwa ajang seperti OSN bisa dijangkau oleh siswa sendiri asalkan mau belajar dengan tekun dan berani mencoba.
Previous


