Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Oleh: Kumalasari
Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) merupakan tindakan awal yang harus segera dilakukan (darurat) pada seseorang yang mengalami kecelakaan atau cedera sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sangat penting karena tindakan cepat dan tepat ini dapat menyelamatkan nyawa, mencegah tingkat keparahan, dan mempercepat proses penyembuhan penderita. Pertolongan pertama pada kecelakaan juga sangat diperlukan sebelum penderita mendapatkan bantuan medis professional dan dapat mengurangi risiko komplikasi. Keterampilan mengenai P3K sebaiknya dimiliki oleh setiap individu untuk menghadapi situasi darurat, baik di rumah, sekolah, tempat kerja maupun di tempat umum.
Sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang P3K beberapa guru dan karyawan SMAK Katolik St. Albertus mengikuti kegiatan Managemen Sharing Session 29.01: “Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di Kampus, Sekolah, dan Perkantoran yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti. Adapun pembicara dalam seminar ini yaitu DR. dr. Diana, M.M. dan dr. Suwardika Putra pada hari Kamis, 16 Januari 2025.
Di awal seminar dijelaskan bahwa prinsip dasar pertolongan pertama pada kecelakaan yaitu penolong harus tenang dan sigap karena jika panik dapat memperburuk situasi. Selain itu, penolong harus memperhatikan keamanan penderita, menghindari situasi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun penderita.
Beberapa contoh P3K yang sering dijumpai khususnya di rumah, sekolah, kampus dan perkantoran antara lain
1.Demam
Cara tubuh melawan virus yang masuk ke dalam tubuh. Bila suhu tubuh 37, berikan obat demam, kompres dengan air hangat, ganti pakaian yang tipis.
2. Pingsan
Beri posisi yang aman dan nyaman, posisi kaki 30 lebih tinggi dari tubuh, bneri rangsangan bau atau nyeri.
3. Diare
Bila dalam 1 hari BAB 5x, tinja encer atau berair, berikan pengganti cairan tubuh (oralit, air kelapa), obat antidiare, probiotik (pada anak-anak), hindari makanan pedas dan asam.
4. Epitaksis (Mimisan)
Pendarahan yang keluar dari rongga hidung atau nasofaring. Posisi tidak boleh terlentang, duduk menunduk supaya darah mengalir keluar, hentikan perdarahan dengan kompres es.
5. Luka
6. Luka Akut: baru saja terjadi, contoh luka robek, luka gores
7. Luka Kronis: tidak kunjung sembuh, waktu sembuh 1-2 minggu, contoh: luka diabetes, luka kanker.
Perdarahan, adalah rusaknya dinding pembuluh darah karena kecelakaan atau kambuhnya penyakit
– Perdarahan terbuka (luar) : disertai kerusakan kulit, darah tampak jelas keluar
– Perdarahan tertutup (dalam) : tanpa kerusakan kulit, darah tidak tampak keluar
Perawatannya:
– Hentikan perdarahan (ditekan, posisikan lebih tinggi dari dada)
– Bersihkan luka dengan air bersih
– Tutup luka dengan kassa, plester
– Konsultasi dengan dokter
Luka Bakar
Cedera akibat paparan suhu yang tinggi.
Perawatannya:
– Siram dengan air mengalir, lepaskan pakaian dan perhiasan, keringkan luka dengan dengan kain yang lembut, berikan salep antibiotic, tutup luka dengan perban steril, rujuk kef askes
– Jangan mengoleskan pasta gigi, mentega, minyak
– Jangan memecahkan kulit yang melepuh dan menggelembung
– Jangan melepaskan pakaian yang lengket
– Jangan meletakkan es langsung ke atas luka bakar
– Luka bakar yang perlu perhatian khusus pada wajah dan kelamin
6. Keseleo
Adalah cedera pada ligament (penyambung tulang dengan tulang).
7. Salah Urat (Starain)
Regangan atau robekan. Gejalanya nyeri, memar, rasa hangat, gerakan terbatas, bengkak, kemerahan, baal.
8. Tersedak
9. Digigit Binatang
Perawatan:
-Jangan panik dan jangan terlalu banyak gerak.
-Bilas area gigitan dengan air yang mengalir.
-Jangan mencoba menghisap darah pada luka bekas gigitan.
-Cuci dengan sabun untuk membunuh virus.
-Beri antiseptic.
-Tutup luka dengan kain atau perban dan segera bawa ke faskes.
Mengikuti pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan sangat disarankan untuk setiap individu. Pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan ini memberikan pengetahuan serta ketrampilan sederhana dalam menangani berbagai situasi darurat yang baik dan efektif.


