Dempo Career Day II

Oleh: Graciela Maria Carmenita X-7/18
Pada Sabtu, 28 Februari 2026 yang lalu, SMA Katolik St. Albertus (SMA DEMPO) Malang mengadakan Dempo Career Day II untuk para siswa kelas sepuluh. Kegiatan ini berlangsung di aula atas SMA Dempo dengan menghadirkan para alumni sebagai narasumber. Acara ini merupakan kerja sama antara Bimbingan Konseling Dempo dan IKESA (Ikatan Keluarga Eks SMA Albertus), organisasi yang didirikan oleh para alumni SMA DEMPO. Melalui Dempo Career Day II, diharapkan para siswa memperoleh gambaran dalam merancang karier, memperluas wawasan tentang dunia kerja, serta mempererat relasi antara para alumni dengan siswa-siswi saat ini.
Sebanyak enam orang alumni dari berbagai angkatan yang menjadi narasumber. Masing-masing membagikan kisah perjuangan mereka dalam meraih impian, menghadapi berbagai rintangan, serta memberikan nasihat dan motivasi agar para siswa juga dapat mencapai kesuksesan di masa depan.
Narasumber pertama adalah Bapak Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D, alumni Dempo tahun 1991. Beliau mengenyam pendidikan S1 di Teknik Elektro Universitas Brawijaya tahun 1999, kemudian melanjutkan S2 Teknik Elektro di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tahun 2008. Pendidikan doktoralnya (S3) di bidang teknik elektro ditempuh di The University of Queensland (UQ), Australia tahun 2014. Kini beliau menjadi Rektor di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Dalam sesi sharing, Pak Awan mengatakan bahwa Indonesia masih kekurangan jumlah insinyur, sementara kebutuhan terus meningkat. Dibandingkan dengan banyak negara maju, rasio insinyur kita masih relatif rendah. Situasi ini menjadi peluang strategis bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, penguatan industri, dan pengembangan teknologi.
Saat ini, berbagai bidang inovasi berkembang pesat, seperti Internet of Things (IoT) yang berkaitan dengan teknik informatika, teknik elektro, teknik industri, dan teknik mesin; Artificial Intelligence (AI) yang relevan dengan teknik informatika, teknik elektro, sistem informasi, dan teknik geodesi; robotika dan otomasi yang berhubungan dengan teknik mesin, teknik industri, dan teknik material. Secara keseluruhan, bidang teknik menawarkan peluang besar bagi generasi muda untuk berperan dalam kemajuan bangsa melalui inovasi dan pemecahan masalah.
Sesi berikutnya diisi Bapak Clifford Nathanael Tjahjono, S.P., alumni Dempo tahun 2018 yang melanjutkan studi di National Chung Hsing University, Taiwan. Kini beliau menjabat sebagai Manajer Produksi di PT SHEMA AGRI Mandiri. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa bekerja di bidang pertanian tidak sekadar soal menanam. Ada survei lahan, negosiasi, pengolahan, pembibitan, penanaman, panen, hingga proses seleksi komoditas yang layak diproduksi atau diimpor. Dengan demikian, pertanian bukan hanya proses budidaya tetapi juga mencakup manajemen, analisis pasar, dan pengambilan keputusan strategis.
Sesi ketiga diisi Ibu Natasha Gandhi, M.Psi., Psikolog, lulusan Dempo tahun 2014. Dalam pembukaannya, beliau mengajak para siswa bermain tebak gambar yang mengantar pada pembahasan Mandela Effect. Mandela Effect adalah sebuah fenomena ketika ingatan seseorang berbeda dari kenyataan. Para siswa diajak menyadari bahwa otak seseorang cenderung menyimpan informasi yang dianggap penting dan mengabaikan detail sisanya. Itulah mengapa, kita sering kesulitan dalam mengingat detail-detail kecil. Beliau juga menjelaskan bahwa psikologi berfokus pada tiga aspek utama manusia, yaitu kognitif (cara berpikir), perilaku, dan emosi. Ketiganya saling berkaitan dan membentuk cara seseorang memahami serta merespons dunia di sekitarnya. Secara keseluruhan, Ibu Natasha menegaskan bahwa psikologi bukan hanya tentang memahami perasaan, melainkan tentang memahami manusia secara utuh, serta membantu mereka untuk berkembang secara lebih sehat.
Sesi keempat adalah Bapak Taripus Reinald Sugandi, SE., M.Si., Ph.D., CRA., CICS., CCPA, alumni Dempo tahun 2001. Beliau menempuh pendidikan S1 di Universitas Merdeka Malang jurusan akuntansi, melanjutkan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan menyelesaikan pendidikan S3 di Kyungnam University, Korea Selatan, dengan konsentrasi di bidang keuangan. Dengan latar belakang pendidikan dan sertifikasi yang lengkap, beliau sekarang menjabat sebagai Dean of Economics and Business Faculty.
Beliau menyampaikan bahwa dalam dunia ekonomi dan bisnis, akuntansi memegang peranan yang sangat penting karena dikenal sebagai bahasa bisnis. Melalui akuntansi, kondisi keuangan perusahaan dapat dicatat, disusun, dan dianalisis secara sistematis. Data inilah yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Tanpa akuntansi, sebuah bisnis akan kesulitan menentukan langkah yang tepat karena tidak memiliki informasi yang jelas.
Lebih jauh, ekonomi tidak hanya membahas tentang uang atau keuntungan semata. Ilmu ini mempelajari bagaimana manusia mengambil keputusan di tengah keterbatasan sumber daya. Di dalamnya terdapat pembahasan mengenai penyusunan strategi, pengolahan dan analisis data, serta pemahaman terhadap dampak dari setiap kebijakan atau keputusan yang diambil. Dengan demikian, ilmu ekonomi melatih seseorang untuk berpikir rasional, sistematis, dan mampu mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.
Narasumber kelima adalah dr. Engerbert Haryanto, M.MRS, alumni Dempo tahun 2001. Pada awal sesi berbagi, beliau membuka dengan candaan bahwa kehadirannya bukan untuk mengajak para siswa masuk kedokteran, melainkan untuk membuat mereka berpikir dua kali sebelum memilih jurusan tersebut. Melalui pernyataan itu, beliau ingin menegaskan bahwa kedokteran bukanlah bidang yang ringan, melainkan profesi yang menuntut komitmen dan dedikasi tinggi.
Beliau menjelaskan bahwa jika seseorang menginginkan keseimbangan hidup yang santai, maka kedokteran mungkin bukan pilihan yang tepat. Proses pendidikannya panjang dan menantang, mencakup berbagai disiplin ilmu seperti anatomi, histologi, fisiologi, biokimia, mikrobiologi, parasitologi, patologi, farmakologi, hingga biostatistik dan epidemiologi. Metode pembelajarannya pun beragam, mulai dari sistem klasikal hingga Problem-Based Learning (PBL), dengan pendekatan bottom-up maupun top-down.
Selain menguasai ilmu medis, seorang calon dokter juga dituntut memahami etika dan hukum, manajemen, kewirausahaan, serta metodologi penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa profesi dokter bukan hanya soal keterampilan klinis, tetapi juga mencakup tanggung jawab profesional yang luas dalam melayani dan menjaga kehidupan manusia. Pada akhirnya kedokteran tidak sekadar soal menyembuhkan penyakit, melainkan tentang mengubah hidup orang dan menyelamatkan kehidupan. Profesi ini menuntut dedikasi, empati, dan tanggung jawab besar.
Narasumber yang terakhir adalah Bapak Tombak Matahari, alumni Dempo tahun 1997 yang membagikan pengalamannya di bidang seni dan desain. Beliau menempuh S1 Multimedia Design di Monash University dan melanjutkan Master of Design di ITB. Perjalanannya dimulai dari pengalaman OSIS sebagai koordinator dekorasi, hingga akhirnya menjadi Art Director selama 13,5 tahun. Saat ini beliau menjabat sebagai Head of Visual Communication Design Program di Sampoerna University.
Beliau menceritakan pengalamannya semasa sekolah, dan menyimpulkan bahwa masa depan seseorang tidak ditentukan oleh nilai semata, melainkan dari usaha dan arah yang dipilih. Pengalaman kecil sekalipun dapat menjadi awal dari perjalanan besar jika dijalani dengan kesungguhan dan konsistensi. Karena itu, penting bagi setiap siswa untuk berani bertanya dan mencari informasi ketika merasa ragu atau bimbang dalam menentukan pilihan. Orang tua, guru, dan pihak sekolah dapat menjadi sumber untuk menggali informasi tentang universitas dan jurusan yang kita inginkan di masa depan.
Dalam menentukan jurusan dan karier, ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan: passion, ability, dan opportunity. Tanyakan pada diri sendiri: apakah saya menyukai bidang ini, apakah saya mampu menjalaninya, dan apakah bidang tersebut memiliki prospek yang baik ke depan? Jangan memilih hanya karena mengikuti teman, tren, atau sekadar mengejar gaji. Kuliah mungkin hanya empat tahun, tetapi pekerjaan bisa dijalani selama 30–40 tahun. Karena itu keputusan perlu ditimbang secara matang. Masa depan tidak ditentukan oleh nilai semata, melainkan oleh usaha dan arah yang kita pilih. Jika merasa bingung, beranilah bertanya atau berdiskusi dengan orang tua, guru, atau pihak sekolah.
Dunia kerja saat ini tengah mengalami perubahan besar. Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), membuat banyak pekerjaan rutin dan teknis dasar dapat digantikan oleh mesin. Hal-hal yang bersifat berulang, administratif, atau teknis sederhana kini semakin mudah diotomatisasi. Namun demikian, ada kemampuan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, yaitu kreativitas, kemampuan berpikir kritis, empati, dan kemampuan beradaptasi. Keterampilan-keterampilan inilah yang akan menjadi pembeda utama manusia di masa depan.
Dempo Career Day II menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kami, para siswa kelas sepuluh. Kisah perjalanan dan pengalaman para alumni menyadarkan kami bahwa jalan menuju kesuksesan memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin dicapai melalui kerja keras dan konsistensi. Melalui kegiatan ini, kami menjadi lebih mengenal beragam pilihan karier dan semakin termotivasi untuk belajar dengan lebih sungguh-sungguh.
Terima kasih kepada para alumni yang sudah berbagi cerita dan pengalaman. Semoga apa yang didapatkan di acara ini bisa menjadi bekal bagi kami untuk merancang masa depan.




