ANBK: Asesmen Nasional Berbasis Komputer di Dunia Pendidikan Indonesia

Oleh : D. Dian Maryanto
Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia untuk mengukur mutu pendidikan pada satuan pendidikan dasar dan menengah. ANBK mulai diterapkan secara bertahap sejak tahun 2021 sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya menjadi alat evaluasi utama.
ANBK dilakukan secara daring (online) atau semi daring, menggunakan perangkat komputer, dan ditujukan kepada siswa, guru, serta kepala sekolah. Tujuannya bukan untuk menguji kemampuan individu siswa, melainkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas pembelajaran dan lingkungan belajar di sekolah.
ANBK terdiri dari tiga komponen utama antara lain sebagai berikut.
1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
AKM mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi (matematika dasar) siswa. Fokusnya bukan pada hafalan materi, melainkan pada kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
2. Survei Karakter
Survei ini bertujuan untuk mengukur sikap, nilai, kebiasaan, dan karakter siswa yang mendukung pembelajaran dan perkembangan sosial emosional.
3. Survei Lingkungan Belajar
Survei ini diikuti oleh guru dan kepala sekolah. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi dan praktik pembelajaran di sekolah, termasuk suasana kelas, manajemen sekolah, serta ketersediaan dan penggunaan sarana pembelajaran.
Siswa yang mengikuti ANBK dipilih secara acak oleh sistem dari Kemendikbudristek, sehingga hasilnya dianggap mewakili kondisi sekolah secara umum.
Tantangan Pelaksanaan ANBK
Meski memiliki banyak keunggulan, pelaksanaan ANBK juga menghadapi tantangan, antara lain:
– Ketersediaan perangkat dan koneksi internet, terutama di daerah terpencil.
– Kemampuan teknis pengguna, termasuk guru dan siswa, dalam menggunakan teknologi.
– Kesiapan infrastruktur sekolah untuk melaksanakan asesmen secara daring.
Namun, pemerintah terus mendorong pemerataan teknologi dan pelatihan agar ANBK dapat dilaksanakan secara optimal di seluruh Indonesia.
Kesimpulan
ANBK merupakan langkah maju dalam sistem evaluasi pendidikan nasional. Dengan mengutamakan pemetaan mutu pendidikan dibandingkan penilaian individu, ANBK diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih baik, merata, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sebagai warga sekolah, partisipasi aktif dan dukungan terhadap ANBK akan sangat berkontribusi dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Berikut adalah panduan bimbingan teknis untuk memaksimalkan pelaksanaan Geladi Bersih ANBK di Kota Malang, dirancang agar sekolah siap secara teknis dan siswa lebih percaya diri saat menghadapi asesmen sesungguhnya.
1. Perencanaan & Koordinasi Awal
– Bentuk tim pelaksana terdiri dari proktor, teknisi, guru pendamping, dan pengawas internal.
– Sosialisasikan lintas pihak (guru, siswa, orang tua) tentang tujuan, jadwal, dan pentingnya geladi bersih (simulasi operasi ANBK sesungguhnya)
– Pastikan seluruh stakeholder memahami komponen tes: Literasi, Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
2. Persiapan Teknis Ruang ANBK
– Siapkan ruang laboratorium komputer yang memadai:
Atur ruang di Web ANBK: daftar jumlah klien (komputer siswa), tetapkan nama ruang, hubungkan dengan proktor utama
Alokasikan perangkat sesuai jumlah peserta, pertimbangkan sesi bergilir jika jumlah peserta melebihi komputer tersedia
Instal perangkat lunak yang diperlukan yakni di bawah ini.
– Exam Browser Client pada komputer siswa.
– Proktor Browser pada komputer proktor.
– Jika semi daring, lakukan sinkronisasi VHD terlebih dahulu
Pengaturan Sesi & Jadwal Pelaksanaan
– Bagi sesi berdasarkan jumlah komputer dan peserta:
Standarnya: 2 hari pelaksanaan per gelombang (hari pertama Literasi & Survei Karakter, hari kedua Numerasi & Survei Lingkungan Belajar). Contoh: 30 siswa, 15 komputer → 2 gelombang, masing-masing 2 hari. Atur sesi di menu sesi Web ANBK, tandai status peserta, dan pastikan tidak terjadi bentrok sesi
Sosialisasi & Distribusi Kartu Login
Cetak kartu login gladi bersih dan bagikan sesuai sesi. Beri tahu peserta (siswa dan guru) cara login dan token rilis
Hari Pertama (Literasi & Survei Karakter)
– Buka sesi di Proktor Browser, rilis token untuk peserta.
– Cetak daftar hadir sesi Literasi (3 rangkap), isi berita acara (3 rangkap dengan stempel kepala sekolah).
– Upload hasil daftar hadir dan berita acara pada hari itu juga
Hari Kedua (Numerasi & Survei Lingkungan Belajar)
– Proses sama seperti hari pertama, tetapi untuk sesi Numerasi.
– Evaluasi teknis untuk memastikan tidak ada masalah login atau perangkat.
– Jika ada peserta bermasalah, gunakan opsi Reset Login atau praktik proktor untuk menyelesaikan.


