DEMPO Mozaik Nusantara: Gema Bhinneka di Bumi Arema Getarkan CFD Ijen

Oleh: Dona Ashari Cristiani



MALANG – Minggu pagi, 3 Mei 2026, menjadi momen yang tidak akan terlupakan bagi keluarga besar SMA Katolik St. Albertus Malang. Kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen yang biasanya tenang, mendadak “pecah” dan berwarna. Kurang lebih 800 siswa-siswi kebanggaan kita tumpah ruah ke jalanan, membawa semangat “Gema Bhinekka di Bumi Arema”. Pawai Keberagaman ini bukan sekadar jalan santai biasa, melainkan genderang pembuka bagi rangkaian perayaan 90 Tahun SMA DEMPO. Sebuah usia yang matang, yang kita rayakan dengan menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan kita.
Sejak titik kumpul di Jalan Dempo, antusiasme sudah terasa sangat kental. Tidak ada kata malas untuk bangun pagi! Setiap kelas tampil maksimal dengan pakaian adat yang beragam. Keunikan kostum ini pun sukses mencuri perhatian para pengunjung CFD yang sedang berolahraga. Tak jarang, langkah para peserta terhenti sejenak karena banyaknya warga yang mengajak berfoto bareng.
Kepala Sekolah kita, Bruder Mardi, pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Anak-anak sangat niat menggunakan kostum pakaian adat seragam satu kelas!” ucap beliau dengan wajah sumringah. Senada dengan itu, Bu Dona, selaku Ketua Pelaksana, juga memuji energi para siswa. “Dempoers terlihat sangat antusias dibandingkan saat latihan,” celetuknya bangga.
Dari Barongsai Hingga Bantengan: Wajah Keberagaman kita
Pertunjukan dibuka dengan gagah oleh Elang Sakti, tim Barongsai kebanggaan SMA DEMPO. Menyusul di belakangnya, barisan ikon karnaval yang megah, pembawa spanduk kelas, icon penari bapang yang lincah, hingga bantengan.
Puncaknya terjadi di Jalan Talang, mata terpana saat flashmob Tari Bapang Malangan dimulai. Bukan hanya siswa, beberapa orang tua murid yang hadir pun ikut menari dengan serempak. Harmoni gerakan ini seolah menegaskan bahwa di DEMPO, kita semua adalah satu keluarga besar. Menjelang akhir rute, pertunjukan Bantengan yang atraktif menjadi penutup manis yang menyedot perhatian massa sebelum kita semua kembali ke sekolah tercinta. Pawai ini bukan sekadar tontonan antara lain membuka rangkaian sejarah menuju 9 dekade SMA DEMPO, menumbuhkan jiwa persaudaraan di tengah keberagaman siswa-siswi kita, dan menjadi tempat bagi kita semua untuk mengekspresikan cinta pada seni lokal Malangan.
Melalui kegiatan ini, kita diingatkan kembali untuk selalu mengenal dan melestarikan kebudayaan bangsa. Mulai dari budaya Malangan, tempat kita menuntut ilmu setiap hari. Semoga semangat “Gema Bhinneka” ini terus mengalir di nadi setiap Dempoers, bukan hanya saat pawai, tapi dalam keseharian kita di sekolah.
Selamat menuju ulang tahun ke-90 SMA DEMPO! Teruslah bersinar dalam keberagaman! Go DEMPO!







