Menulis Berita yang Mencerahkan ala Kompas
Oleh: Lydia Christi Nikodimus
Kompas Institute merupakan wadah berbagai pelatihan sebagai bagian dari partisipasi Kompas untuk turut serta mencerdaskan masyarakat. Kompas Institute hadir dengan beragam kelas dan pelatihan kreatif di bidang kepenulisan, fotografi, periklanan, dan bidang lainnya. Kali ini, Kompas mengadakan kelas pelatihan yang diadakan pada hari Selasa, 11 Februari 2025. Materi pelatihan kali ini yaitu Seri Jurnalistik: “Menulis Berita yang Mencerahkan ala KOMPAS bersama Kompas Institute”. Pembicara untuk tema pelatihannya yaitu Riana A. Ibrahim, seorang wartawan Harian Kompas. Kegiatan diadakan selama lebih kurang dua jam, mulai pukul 14.00 – 16.00 WIB yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting. Total peserta yang mengikuti pelatihan jurnalistik ini sebanyak 35 orang dari berbagai jenis pekerjaan. Materi yang disampaikan oleh pembicara sangat menarik, selain itu gaya penyampainnya juga seperti gen z sehingga menarik minat peserta untuk memperhatian materi yang diberikan meski secara virtual.
Di tengah era digital yang makin mengemuka dengan teknologi dan kecerdasan buatan, jurnalisme mencerahkan menjadi sebuah solusi. Jurnalisme mencerahkan bertujuan membantu publik membuat keputusan bijaksana, berita bohong, dan disinformasi atau misinformasi. Bentuk jurnalisme mencerahkan yang dikembangkan Harian Kompas maupun Kompas.id berupa liputan mendalam (in depth reporting), investigasi, jurnalisme data, analisis, hingga laporan panjang multimedia.
Nilai-nilai jurnalisme mencerahkan versi Kompas antara lain akurat, valid, objektif, faktual, independen, integritas, dapat dipercaya, tanggung jawab sosial, menjaga privasi individu, tidak bias, adil, beretika, dan menjunjung nilai kemanusian. Selain itu beliau juga menyampaikan untuk menemukan ide atau bahan dalam menulis ada beberapa yaitu lingkungan sekitar, peristiwa, fenomena sosial, event atau acara, tokoh, pengalaman dan refleksi, pengembangan isu.
Lalu bagaimana teknik penulisan yang benar? Harus ada unsur 5W + 1H apa sajakah itu? Lead/prolog, body (5W+1H), informasi pendukung, data, dan tail. Unsur 5W + 1H, masih dijabarkan lagi dalam 51 + 10, Apakah itu? Enterprising, Investigative, Informed, Insightfull, Interpretive, Explanatory, dan Opinionated. Apabila membahas berita maka ada teknik menulis yang harus digunakan yaitu gagasan, pengumpulan informasi, focus, konsep, dan memoles. Bagian terakhir yang sangat penting yaitu jangan lupa untuk selalu verifikasi! Verifikasi hal yang penting untuk mengetahui isi berita, nama orang, atau salah pengejaan nama orang.
Dalam menulis berita terdapat prinsip dan bahasa jurnalistik yang perlu diperhatikan yaitu variasi panjang kalimat, kata sederhana, kata yang lazim, kata lugas, kata kerja aktif, bahasa formal tapi tidak kaku dan boros, istilah yang popular, kaitkan dengan kondisi pembaca, dan Write to express, not to impress. Kata-kata dalam tulisan berdampak besar. Ketika kita salah memilih kata bisa menimbulkan konflik, sehingga perlu memikirkan katanya sebelum membuat berita.
Ketika menulis harus fokus, hal apa yang ingin dibahas. Maka perlu membuat kerangkanya supaya info yang disampaikan tidak melebar. Misal tentang banjir, hal apa saja yang perlu dipaparkan, Kapan? dan Dimana? Bagaimana cara penganggulangannya? Setelah itu, dipoles artinya dibaca ulang karena kita bisa mengetahui jika ada yang pas, ada info yang terlewat, atau ada info yang tidak perlu disertakan.
Menulis untuk memberikan informasi atau insight bukan untuk menyombongkan tulisan. Tulisan keren belum tentu informatif. Maka, teruslah belajar menulis dengan tetap memberitakan kebenaran dan verifikasi. Jangan plagiat berita dan berikan kebenaran. Tulisan yang berasal dari hati akan terasa dan terlihat ketika menuliskan berita.


