Misa Kudus adalah Harta dari Segala Harta

Oleh : Rm. Fransiskus Pati Koten, O.Carm.

SMA Katolik St. Albertus adalah lembaga pendidikan yang selalu mengutama semangat doa dalam setiap langkahnya. Semua kegiatan sekolah dikemas dalam semangat rohani yang merupakan sisi lain dari wajah lembaga pendidikan ini. Demikian pun dengan kegiatan awal tahun. Sekolah mengawali tahun pelajaran 2025/2026 dengan mengadakan misa bersama. Misa ini berlangsung pada hari Senin, 21 Juli 2025 yang sekaligus disatukan dengan Hari Raya Nabi Elia, Bapa dan Pemimpin Ordo Karmel yang jatuh pada tanggal 20 Juli sehari sebelumnya. Perayaan Ekaristi ini melibatkan semua keluarga besar SMA Katolik St. Albertus. Tujuan dari perayaan ini adalah syukur atas penyertaan Tuhan selama tahun pelajaran yang lalu sekaligus memohon berkat Tuhan untuk tahun ajaran yang baru, seperti yang disampaikan oleh Rm. Ancis, O.Carm. dalam pengantar di awal misa.
Sekolah menyadari betul bahwa tanpa campur tangan Tuhan dan tanpa melibatkan Tuhan dalam setiap proses pembelajaran serta dinamika yang ada di dalamnya, maka segala perjuangan adalah sia-sia. Sebagai warga sekolah yang beriman, sehebat apapun orang itu, Tuhanlah yang pertama dan utama. Kesadaran iman seperti inilah yang kemudian membuat lembaga pendidikan ini tanpa pernah lupa akan Ekaristi sebagai sumber kekuatan rohani maupun yang jasmani. Langkah pertama di tahun pelajaran 2025/2026 diawali dengan Ekaristi Kudus adalah bukti bahwa sekolah ini memandang Ekaristi adalah harta yang paling utama dari segala harta yang lain. Hal ini sejalan dengan apa yang disabdakan oleh Yesus sendiri “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).
Rm. Denny, O.Carm. dalam khotbahnya menekankan pentingnya belajar seperti Nabi Elia yang dengan penuh keberaniannya membela Allah yang benar. Ia memperjuangkan kebenaran di tengah situasi umat Israel yang dipengaruhi oleh gelombang besar ketidakpercayaan akibat pengaruh nabi-nabi Baal. Selanjutnya, ditegaskan pula hendaknya semangat Elia untuk membela yang benar juga menjadi bagian dari diri setiap Dempoers dan seluruh warga sekolah. Dempoers wajib menegakkan kebenaran mulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana yakni; jujur dalam ulangan, berkata dan bertindak secara sopan dan lain sebagainya. Ekaristi Kudus kemudian ditutup dengan suasana penuh rasa syukur dan gembira. Hal ini terlihat jelas di setiap tampilan wajah Dempoers terutama para peserta didik kelas X, di mana ini merupakan pengalaman pertama mereka di lembaga pendidikan ini. Alunan suara Dempo Choir yang indah saat lagu penutup mengiringi langkah para romo dan petugas liturgi ke ruang Sakristi sebagai tanda bahwa misa telah selesai.


Previous


