“Redeeming Affection, Cognition, and Volition”

Oleh: Nina Febri Lestari (G08)
Dalam kehidupan manusia, tiga aspek utama yang membentuk integritas pribadi dan moral seseorang adalah afeksi (affection), kognisi (cognition), dan volisi (volition). Ketiganya saling terkait dan membentuk dasar dari perilaku, keputusan, dan hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Namun, sejak kejatuhan manusia dalam dosa, ketiga aspek ini telah tercemar dan membutuhkan penebusan (redeeming). Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana kasih karunia Allah bekerja dalam menebus afeksi, kognisi, dan volisi manusia agar kembali mencerminkan gambar dan rupa Allah yang sejati.
– Afeksi yang Ditebus: Mengasihi yang Layak Dikasihi
Afeksi mencakup perasaan, keinginan, dan kecenderungan hati. Dalam kondisi jatuh, hati manusia cenderung mengasihi dunia, diri sendiri, dan hal-hal yang fana. Perasaan cinta, takut, marah, dan sukacita seringkali tidak lagi tertuju kepada hal-hal yang benar dan baik menurut Allah. Penebusan afeksi berarti hati manusia dipulihkan sehingga kembali mengasihi Allah di atas segalanya dan sesama seperti diri sendiri. Kasih yang sejati adalah kasih yang terarah dan terpusat kepada Allah. Roh Kudus bekerja dalam hati orang percaya untuk mengubah afeksi yang berdosa menjadi afeksi yang kudus, dari mencintai dosa menjadi membenci dosa, dari mencintai dunia menjadi mencintai firman dan kehendak Allah.
– Kognisi yang Ditebus: Berpikir dengan Pikiran Kristus
Kognisi menyangkut akal budi, pengertian, dan proses berpikir. Setelah kejatuhan, pikiran manusia menjadi gelap, menyimpang dari kebenaran, dan tidak mampu memahami hal-hal rohani. Dunia mengajarkan relativisme, kebingungan moral, dan ideologi yang bertentangan dengan kehendak Allah. Penebusan kognisi terjadi saat pikiran manusia diperbarui melalui firman Tuhan. Proses ini disebut renewing of the mind. Orang percaya dipanggil untuk mengenakan pikiran Kristus. Hal itu merupakan cara pandang dan hikmat yang berdasarkan kebenaran ilahi. Dengan demikian, kemampuan berpikir digunakan untuk memuliakan Tuhan, mengejar kebenaran, dan membedakan yang baik dari yang jahat.
– Volisi yang Ditebus: Memilih dan Tunduk pada Kehendak Allah
Volisi adalah kehendak, kemampuan untuk memilih, dan mengambil keputusan. Dalam dosa, kehendak manusia tidak netral melainkan condong pada pemberontakan terhadap Allah. Bahkan pilihan-pilihan yang tampak “baik” secara moral pun dapat dilakukan dengan motivasi yang egois. Namun, melalui karya penebusan Kristus dan karya Roh Kudus, kehendak manusia dimampukan untuk memilih ketaatan kepada Allah. Volisi yang ditebus adalah kehendak yang rela tunduk, bahkan bersukacita, dalam melakukan kehendak Allah, seperti yang diteladankan oleh Kristus sendiri di taman Getsemani: “Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.”
Kesimpulan
Afeksi, kognisi, dan volisi bukanlah elemen-elemen terpisah, melainkan satu kesatuan yang bekerja dalam pribadi manusia. Ketika ketiganya ditebus, seluruh keberadaan manusia pikiran, perasaan, dan kehendak dipulihkan untuk menyembah dan melayani Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Penebusan ini bukan hasil usaha manusia, melainkan karya Allah melalui Kristus. Oleh karena itu, orang percaya diajak untuk senantiasa hidup dalam pertobatan, menyerahkan seluruh aspek hidup kepada Tuhan, dan membiarkan Roh Kudus terus bekerja dalam proses pengudusan. Inilah jalan menuju kemerdekaan sejati: ketika afeksi, kognisi, dan volisi kita kembali diarahkan kepada Sang Pencipta dan Penebus.
“Awal dari penebusan adalah perasaan akan kebutuhannya.”
(Lord George Byron)


