Tanah Bertuah, Mandau Penjaga

Oleh: Eri Wiharni
Art Festival DEMPO merupakan pagelaran karya seni yang diselenggarakan oleh SMA Katolik St. Albertus (DEMPO) Malang sebagai puncak rangkaian proses pembelajaran siswa kelas XI yang telah diperoleh selama satu tahun di pembelajaran seni budaya dan Prakarya Kewirausahaan (PKWU) 2025/2026. Kedua mata pelajaran tersebut dapat memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri secara positif, berpikir inovatif, mengembangkan kemampuan siswa dalam menganalisis, menghargai, dan mengevaluasi sebuah karya, baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, kegiatan tersebut dapat menjadi benteng pelestarian budaya bangsa di tengah modernisasi, serta menanamkan kesadaran akan warisan (budaya, kuliner) Nusantara, menumbuhkan karakter dengan memadukan unsur estetika, logika, dan etika untuk membentuk kepribadian utuh yang peka, kritis, dan beradab. Pelajaran ini bukan sekadar hiburan melainkan sarana melestarikan identitas nasional, membangun kecerdasan emosional (afektif), kognitif dan psikomotorik, serta menanamkan nilai-nilai keadaban.
Dalam kegiatan Art Festival DEMPO, karya seni dan Prakarya Kewirausahaan (PKWU) terbaik dari para murid akan dipamerkan. Pameran seni rupa dan PKWU (desain grafis dan kuliner) diselenggarakan dengan harapan mendapat apresiasi dan tanggapan dari pengunjung untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya. Penyelenggaraan pameran juga untuk menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif, melatih kerja kelompok (bekerja sama dengan orang lain), mempertebal pengalaman sosial, melatih untuk bertanggung jawab dan bersikap mandiri, serta melatih untuk membuat suatu perencanaan kerja dan melaksanakan apa yang telah direncanakan.
Puncak Art Festival DEMPO yang ke-14 ini dimeriahkan dengan pertunjukan sendratasik yang merupakan gabungan seni drama atau teater. Seni tari dan seni musik dengan latar kehidupan masyarakat Kalimantan yang menjunjung nilai, keberanian, dan penjagaan warisan budaya dalam cerita berjudul “Tanah Bertuah, Mandau Penjaga”. Kisah ini menegaskan makna DEMPO—Doa, Egaliter, Melayani, Pekerja Keras, dan Optimis Penuh Harapan—sebagai fondasi kekuatan masyarakat dalam menjaga tanah, cinta, dan masa depan.
Art Festival bukan sekadar pertunjukan seni rupa, tari, teater dan musik tetapi pengalaman untuk memahami jati diri bangsa, menghargai warisan leluhur, menumbuhkan rasa cinta, dan bangga terhadap bangsa Indonesia. Mari, kita kembali mengenal dan merasakan makna budaya sebagai bagian dari kehidupan dengan mendukung Art Festival DEMPO yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Acara akan dibuka pukul 15.00–17.00 WIB dengan pameran seni rupa dan desain grafis di aula bawah dan pameran PKWU (kuliner) di kantin dan lapangan futsal. Sebagai puncak acara, pertunjukan sendratasik “Tanah Bertuah, Mandau Penjaga” dimulai pukul 17.00–20.00 WIB di lapangan SMA Katolik St. Albertus (DEMPO) Malang. Pertunjukan sendratasik akan disiarkan langsung melalui live streaming YouTube @smadempo. Viva Dempo!


