INDAHNYA JIWA TAK BUTUH JELMA

Oleh: Eri Wiharni
Art Festival merupakan pagelaran seni budaya sebagai puncak rangkaian proses pembelajaran seni budaya siswa kelas XI SMA Katolik St. Albertus Malang yang telah diperoleh selama semester berlangsung. Art Festival yang telah diselenggarakan pada Sabtu, 31 Mei 2025 merupakan Art Festival ke -13. Art Festival dibuka dengan pameran seni rupa, PKWU (Prakarya Kewirausahaan) bidang pengolahan dan desain grafis. Berbagai karya seni rupa berupa lukisan yang indah dipandang mata karya siswa XI-IPA dipajang serta desain produk kemasan, kaos, tote bag hasil karya XI-IPS dan XI-Bahasa dipamerkan di aula bawah. Olahan makanan dan minuman karya siswa XI-IPA dari berbagai negara hadir di kantin sekolah dengan rasa enak dan harga terjangkau yang layak untuk diapresiasi. Pameran PKWU ini sebagai bentuk refleksi semangat Dempoers dalam menghadapi tantangan masa depan, meningkatkan persaudaraan dalam berkolaborasi dengan sesama sebagai upaya membentuk wirausaha yang berdampak luas, dan berkelanjutan demi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.
Dalam kegiatan Art Festival, peserta didik akan menampilkan karya seni terbaik di bidang seni kriya dan rupa (karya membatik), serta sendratasik. Sendratasik merupakan gabungan seni drama atau teater, seni tari dan seni musik. Dalam Art Festival yang ke-13 ini peserta didik akan menampilkan kreativitas seni di hadapan para penonton untuk mendapat apresiasi. Kreativitas dan apresiasi tersebut akan menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah melalui seni pertunjukan yang atraktif dan edukatif sehingga generasi muda tidak merasa terasing dari akar budayanya. Art Festival yang digelar di penghujung tahun ajaran 2024/2025 ini menampilkan pagelaran seni yang diambil dari kisah “Lutung Kasarung”.
“Lutung Kasarung” merupakan legenda masyarakat Sunda yang mengisahkan perjalanan pangeran tampan Sanghyang Guruminda dari kahyangan, yang dikutuk menjadi seekor lutung (diperankan oleh Kayne/XI-S.2) karena kesombongannya. Dalam wujud lutung, ia turun ke bumi dan bertemu dengan Purbasari (diperankan oleh R.M Aimee/XI-S.3), seorang putri yang diasingkan dari istana akibat fitnah dari Purbararang (diperankan oleh Shellomita/XI-S.3). Lutung Kasarung membantu Purbasari menghadapi berbagai tantangan hingga akhirnya kebenaran terungkap dan Lutung kembali ke wujud aslinya sebagai pangeran tampan.
Pagelaran ini disajikan dengan memadukan seni drama, tari, musik tradisional, dan modern yang menggambarkan alur cerita dinamis, menyentuh, dan humoris. Setiap siswa mampu menampilkan kreativitas seni dengan luar biasa. Kostum yang elegan, colorfull dan tata panggung yang menghadirkan suasana kerajaan dan hutan tempat kisah berlangsung memikat para penonton di lapangan basket SMA Katolik St. Albertus Malang dan penonton live streaming Youtube SMA DEMPO. Banyak penonton mengapresiasi karya siswa dan kagum akan kreativitas siswa di bidang seni yang keren. Semua karya yang disuguhkan oleh siswa tidak lepas dari bimbingan Bapak/Ibu guru seni budaya dan dukungan dari semua pihak.
Para penonton berharap, kegiatan Art Festival dapat dilakukan secara rutin untuk membangkitkan kecintaan anak muda terhadap cerita rakyat dan seni budaya daerah. Melalui Art Festival ini, penonton tidak hanya disuguhi hiburan tetapi juga pelajaran hidup yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari seperti pentingnya kejujuran, keadilan, kebijaksanaan, kesetiaan, cinta yang tulus, dan kebaikan yang akan menang melawan kejahatan. Makna sejati dari kecantikan yang sesungguhnya adalah kebaikan dan ketulusan hati sebab indahnya jiwa tak butuh jelma.


