DEKAP for Students: Embracing Mental Wellness, Uncovering Potential

Oleh : Maria Sita Putri Kunnaryo (G11)
Pada 5 Agustus 2025, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur secara resmi memperkenalkan platform digital bernama DEKAP, singkatan dari Dengar-Empati-Kenali Arahkan-Peduli. Platform ini dibuat untuk mendukung kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam memantau kondisi kesehatan mental siswa, sekaligus membantu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap peserta didik. Peluncuran DEKAP dilatarbelakangi oleh ketidakseimbangan rasio antara guru BK dan siswa. Situasi tersebut mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan tim Riliv untuk menghadirkan sebuah platform inovatif yang diharapkan dapat mendukung peran guru BK. Melalui platform ini, guru BK dapat memperluas jangkauan pendampingan siswa secara lebih efektif, dengan fokus utama tetap pada pencegahan memburuknya kondisi kesehatan mental siswa.
Fitur dalam platform DEKAP dibagi menjadi dua kategori, yaitu untuk guru BK dan untuk siswa. Guru BK mendapatkan akses ke dashboard yang memungkinkan pemantauan kondisi siswa secara real-time, dilengkapi panduan pendampingan serta panduan eksplorasi minat dan bakat. Sementara itu, siswa dapat memanfaatkan layanan seperti tes kesehatan mental, tes minat dan bakat, serta kotak curhat sebagai ruang aman untuk mengungkapkan perasaan dan permasalahan yang dihadapi. Seluruh fitur ini terus dikembangkan oleh tim Riliv agar semakin beragam dan mampu menjangkau lebih luas aspek kesehatan mental siswa.
DEKAP memberikan manfaat strategis dengan memfasilitasi komunikasi dua arah yang lebih efektif antara guru BK dan siswa. Selain menjadi inovasi baru dalam digitalisasi pendidikan, platform ini juga berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara mental dan emosional. Melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik generasi Z dan alfa, DEKAP diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebutuhan siswa dan dukungan sekolah terhadap kesehatan mental mereka. Namun, saat ini penerapannya masih terbatas pada SMA/SMK di Jawa Timur, dan diharapkan ke depannya dapat diperluas hingga mencakup wilayah yang lebih luas, bahkan skala nasional.
Kesimpulan :
DEKAP merupakan inovasi digital dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang diluncurkan pada 5 Agustus 2025 bekerja sama dengan tim Riliv untuk membantu guru BK memantau kesehatan mental sekaligus mengembangkan potensi siswa. Lahir dari tantangan ketidakseimbangan rasio guru BK dan siswa, platform ini menawarkan fitur khusus bagi guru dan siswa yang memfasilitasi pemantauan, pendampingan, tes kesehatan mental, tes minat dan bakat, serta ruang aman untuk berbagi masalah. Dengan pendekatan yang adaptif terhadap generasi Z dan alfa, DEKAP tidak hanya memperkuat komunikasi dua arah antara guru BK dan siswa, tetapi juga menjadi langkah maju dalam digitalisasi pendidikan dan pembentukan lingkungan belajar yang sehat secara mental dan emosional. Meskipun saat ini baru diterapkan di SMA/SMK Jawa Timur, DEKAP diharapkan dapat berkembang hingga menjangkau seluruh sekolah di Indonesia.



