Live In 2025: “Caritas in Vita Simplici Clare Fulget – Kasih Bersinar Terang dalam Hidup yang Sederhana”

Oleh: Lydia Christi Nikodimus

Kegiatan Live In tahun ini diselenggarakan pada Senin – Kamis, 08–11 Desember 2025 dengan tema “Caritas in Vita Simplici Clare Fulget” atau “Kasih Bersinar Terang dalam Hidup yang Sederhana”. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi peserta didik kelas XI untuk mengalami kehidupan sederhana, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Tema kegiatan, “Caritas in Vita Simplici Clare Fulget – Kasih Bersinar Terang dalam Hidup yang Sederhana”, mengajak peserta untuk menemukan makna kasih yang nyata dalam setiap tindakan kecil. Melalui pengalaman empat hari ini, siswa tidak hanya belajar hidup sederhana, tetapi juga belajar memberi tanpa pamrih, menghargai orang lain, dan membangun hubungan yang penuh pengertian.
Peserta didik berangkat menggunakan bus dan minibus menuju beberapa lokasi di Malang dan sekitarnya, antara lain sebagai berikut.
- Paroki Maria Ratu Damai, Purworejo, Donomulyo, Malang.
- Paroki Maria Annunciata, Lodalem, Kalipare, Malang.
- Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Batu.
- Biara Karmel “Regina Apostolorum”, Batu.
- Novisiat Misericordia Siti Miriam, Lawang, Malang.
- Panti Werdha Pangesti, Lawang, Malang.
- Rumah Sosial Belas Kasih, Dau, Malang.
Selama empat hari, peserta tinggal bersama orang tua angkat di lokasi masing-masing, merasakan kehidupan sehari-hari mereka, dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan. Mulai dari berbagi cerita, membantu pekerjaan rumah, hingga ikut serta dalam kegiatan keagamaan dan komunitas. Kegiatan ini bukan hanya sekadar belajar berbagi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kasih, kesederhanaan, dan kebersamaan.
Di desa, siswa membantu pekerjaan rumah tangga, memerah susu sapi, memandikan dan memberi makan sapi serta babi, memberi bimbingan belajar, mengajar di sekolah, dan belajar menghargai alam. Di biara, peserta didik mengenal kehidupan religius, disiplin, dan nilai-nilai kesederhanaan serta pelayanan. Sementara di panti jompo dan rumah sosial, mereka belajar tentang empati, kesabaran, serta menghargai pengalaman hidup orang lain.
Pengalaman Live In memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat kehidupan dari perspektif berbeda dan menyadari pentingnya kasih dalam setiap tindakan kecil. Interaksi dengan masyarakat di lokasi kegiatan membentuk karakter peserta, memperkuat rasa empati, dan mendorong mereka untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, setiap peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga inspirasi untuk menerapkan kasih bersinar terang dalam hidup yang sederhana di kehidupan sehari-hari. Live In 2025 menjadi bukti bahwa pengalaman belajar di luar sekolah mampu membentuk karakter siswa yang beriman, peduli, dan siap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Previous


